Sabtu, 11 Juni 2011

Cara Membuat Bioetanol dari Singkong

,
Anda tak percaya ? Sekarang mulailah untuk mempersiapkan tikar karena kita akan bertualang sejenak ke kebun belakang rumah. Begini ceritanya….
Negara-negara maju telah mengembangkan energi alternatif yang dapat menggantikan peranan minyak bumi dan sumber bahan alam (terutama galian) yang berfungsi sebagai bahan bakar. Cadangan minyak bumi yang semakin menipis karena peningkatan kebutuhan serta jumlah penduduk dunia yang bombastis (China saja jumlah penduduknya sudah 1 milyar…) adalah faktor pendorong giatnya ilmuwan dalam mencari sumber energi baru yang dapat diperbaharui, murah dan aman bagi lingkungan (terutama yang berasal dari nabati).

Beberapa bahan bakar alternatif yang popular adalah biodiesel, biogas, biofuel, hydrogen dan energi nuklir. Biofuel adalah salah satu turunan dari biomassa. Biofuel merupakan bahan bakar yang berasal dari tumbuhan atau hewan, biasanya dari pertanian, sisa padatan juga hasil hutan.
Coba kita lihat biofuel, khususnya etanol. Melalui proses sakarifikasi (pemecahan gula komplek menjadi gula sederhana), fermentasi, dan distilasi, tanaman-tanaman seperti Jagung, Tebu dan Singkong dapat dikonversi menjadi bahan bakar.
Kebetulan beberapa waktu yang lalu menemukan cara pembuatan etanol dari singkong yang diterapkan oleh Bapak Tatang H Soerawidjaja. Pengolahan berikut ini berkapasitas 10 liter per hari :
  1. Kupas 125 kg singkong segar, semua jenis dapal dimanfaatkan. Bersihkan dan cacah berukuran kecil-kecil.
  2. Keringkan singkong yang telah dicacah hingga kadar air maksimal 16%. Persis singkong yang dikeringkan menjadi gaplek. Tujuannya agar lebih awet sehingga produsen dapat menyimpan sebagai cadangan bahan baku
  3. Masukkan 25 kg gaplek ke dalam tangki stainless si eel berkapasitas 120 liter, lalu tambahkan air hingga mencapai volume 100 liter. Panaskan gaplek hingga 100″C selama 0,5 jam. Aduk rebusan gaplek sampai menjadi bubur dan mengental.
  4. Dinginkan bubur gaplek, lalu masukkan ke dalam langki sakarifikasi. Sakarifikasi adalah proses penguraian pati menjadi glukosa. Setelah dingin, masukkan cendawan Aspergillus yang akan memecah pati menjadi glukosa. Untuk menguraikan 100 liter bubur pati singkong. perlu 10 liter larutan cendawan Aspergillus atau 10% dari total bubur. Konsentrasi cendawan mencapai 100-juta sel/ml. Sebclum digunakan, Aspergilhis dikuhurkan pada bubur gaplek yang telah dimasak tadi agar adaptif dengan sifat kimia bubur gaplek. Cendawan berkembang biak dan bekerja mengurai pati
  5. Dua jam kemudian, bubur gaplek berubah menjadi 2 lapisan: air dan endapan gula. Aduk kembali pati yang sudah menjadi gula itu, lalu masukkan ke dalam tangki fermentasi. Namun, sebelum difermentasi pastikan kadar gula larutan pati maksimal 17—18%. Itu adalah kadar gula maksimum yang disukai bakteri Saccharomyces unluk hidup dan bekerja mengurai gula menjadi alkohol. Jika kadar gula lebth tinggi, tambahkan air hingga mencapai kadar yang diinginkan. Bila sebaliknya, tambahkan larutan gula pasir agar mencapai kadar gula maksimum.
  6. Tutup rapat tangki fermentasi untuk mencegah kontaminasi dan Saccharomyces bekerja mengurai glukosa lebih optimal. Fermentasi berlangsung anaerob alias tidak membutuhkan oksigen. Agar fermentasi optimal, jaga suhu pada 28—32″C dan pH 4,5—5,5.
  7. Setelah 2—3 hari, larutan pati berubah menjadi 3 lapisan. Lapisan terbawah berupa endapan protein. Di atasnya air, dan etanol. Hasil fermentasi itu disebut bir yang mengandung 6—12% etanol
  8. Sedot larutan etanol dengan selang plastik melalui kertas saring berukuran 1 mikron untuk menyaring endapan protein.
  9. Meski telah disaring, etanol masih bercampurair. Untuk memisahkannya, lakukan destilasi atau penyulingan. Panaskan campuran air dan etanol pada suhu 78″C atau setara titik didih etanol. Pada suhu itu etanol lebih dulu menguap ketimbang air yang bertitik didih 100°C. Uap etanol dialirkan melalui pipa yang terendam air sehingga terkondensasi dan kembali menjadi etanol cair.
  10. Hasil penyulingan berupa 95% etanol dan tidak dapat larut dalam bensin. Agar larul, diperlukan etanol berkadar 99% atau disebut etanol kering. Oleh sebab itu, perlu destilasi absorbent. Etanol 95% itu dipanaskan 100″C. Pada suhu ilu, etanol dan air menguap. Uap keduanya kemudian dilewatkan ke dalam pipa yang dindingnya berlapis zeolit atau pati. Zeolit akan menyerap kadar air tersisa hingga diperoleh etanol 99% yang siap dieampur denganbensin. Sepuluh liter etanol 99%, membutuhkan 120— 130 liter bir yang dihasilkan dari 25 kg gaplek
Selengkapnya →

Energi Alternatif Ramah Lingkungan "Biofuel" Cocok untuk Indonesia

,
MASALAH energi alternatif saat ini sedang menjadi perbincangan yang ramai di masyarakat. Krisis bahan bakar minyak (BBM) saat ini telah menggugah masyarakat bahwa Indonesia sangat bergantung pada minyak bumi. Gaikindo International Conference 2005 yang diselenggarakan bersamaan dengan Gaikindo Auto Expo 2005 sengaja dilaksanakan untuk mencari solusi energi alternatif yang sesuai untuk Indonesia.

Pabrikan mobil dunia sudah belajar dari krisis minyak bumi tahun 1974 dengan mengembangkan teknologi mesin canggih yang mampu menggantikan mesin konvensional. Tinggal permasalahannya Indonesia mau pilih alternatif yang mana.

Dilihat dari luas daratan serta tanahnya yang relatif subur, Indonesia memiliki potensi untuk mengembangkan bahan bakar dari tumbuhan atau biofuel. Menteri Riset dan Teknologi, Kusmayanto Kadiman, yang menjadi salah satu pembicara dalam acara ini mengatakan, biofuel merupakan energi alternatif yang cocok dengan Indonesia.

"Energi alternatif biofuel yang dapat diperbarui dapat memperkuat ketersediaan bahan bakar. Selain itu biofuel juga ramah lingkungan sehingga bisa meningkatkan kualitas udara di beberapa kota besar di Indonesia, " katanya.

Karenanya untuk mengembangkan bahan bakar tipe ini perlu kerja sama yang harmonis dari semua pihak, termasuk pemerintah, industri otomotif dan swasta. Ada dua macam jenis biofuel yang bisa dikembangkan yaitu, ethanol dan biodiesel.

Ethanol berasal dari alkohol yang strukturnya sama dengan bir atau minuman anggur. Untuk membuat alkohol dilakukan melalui proses fermentasi dari bahan baku tumbuhan yang mengandung karbohidrat tinggi, seperti ketela pohon. Ethanol dipergunakan untuk menggerakkan mesin berbahan bakar bensin.

Khusus untuk mesin diesel, bisa mempergunakan bahan bakar jenis biodiesel. Diproduksi dari dari senyawa kimia bernama alkyl esters yang bisa diperoleh dari lemak nabati. Bahan esters ini memiliki komposisi yang sama dengan bahan bakar diesel solar, bahkan lebih baik nilai cetane-nya dibandingkan solar.

Sebagai bahan bakar cair, biodiesel sangat mudah digunakan dan dapat langsung dimasukkan ke dalam mesin diesel tanpa perlu memodifikasi mesin. Selain itu, dapat dicampur dengan solar untuk menghasilkan campuran biodiesel yang ber-cetane lebih tinggi. Menggunakan biodiesel dapat menjadi solusi bagi Indonesia untuk mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar solar sebesar 39,7%. Biodiesel pun sudah terbukti ramah lingkungan karena tidak mengandung sulfur.

Penelitian tentang bahan bakar alternatif sudah dilakukan di banyak negara, seperti Austria, Jerman, Prancis, dan AS. Negara ini mengembangkan teknologi biodiesel dengan memanfaatkan tanaman yang berbeda-beda. Negara Jerman memakai minyak dari tumbuhan rapeseed, AS menggunakan tanaman kedelai, sedangkan untuk Indonesia tanaman yang paling potensial adalah kelapa sawit.

Sejumlah penelitian telah dilakukan oleh lembaga dan institusi pendidikan di Indonesia, yaitu Lemigas, PPKS Medan, ITB, LIPI dan BPPT. Kebanyakan dari lembaga ini menggunakan bahan baku minyak kelapa sawit, jathropa curcas dan sebagainya.

BPPT memiliki pabrik yang bisa memproduksi sekira 1.500 liter/sehari di Puspitek Serpong. Produk ini sudah dijual ke berbagai perusahaan pemakai biodiesel dan juga dipakai untuk menggerakkan bus operasional BPPT.

Saat ini sedang dikembangkan pabrik baru berkapasitas 8 ton/hari yang dibiayai oleh Balitbang Propinsi Riau. Desain dan konstruksi pabrik ini sudah selesai pada tahun 2004, namun belum berproduksi menunggu izin operasinya.

Berdasarkan pola pengembangan energi nasional, pemerintah sebenarnya sudah merencanakan penggunaan bioethanol dan biodiesel sekira 2% dari jumlah bahan bakar nasional pada tahun 2010. Selanjutnya meningkat menjadi 5% pada 2025. Sekarang masalahnya tinggal bagaimana mempopulerkan bahan bakar biofuel ini.

Hasil penelitian BPPT ini merupakan jawaban atas tantangan penemuan teknologi energi alternatif dalam mengatasi krisis energi nasional. "Hanya, kehadiran sumber energi alternatif baru ini perlu didukung oleh kebijakan pemerintah serta instrumen agar kebijakan itu terealisasi," ujar Kusmayanto.

Jika pemerintah mengeluarkan kebijakan berkaitan dengan energi alternatif, tentu masyarakat akan menanggapinya secara positif, apalagi bila harganya murah dan terjangkau. Selain itu kalangan pengusaha pun tentu akan melihat hal itu sebagai ceruk pasar yang potensial.

Menurut Kusmayanto, pemerintah perlu juga memberikan insentif bagi pihak swasta yang mau membangun pabrik biodiesel atau bioethanol, misalnya dengan memberikan insentif fiskal, insentif perizinan atau bahkan insentif dalam hal perpajakannya.

Di beberapa negara lain, untuk mendukung pemakaian biodiesel dan bioethanol, pemerintahnya mengeluarkan kebijakan pemberian insentif. Pemerintah Austria dan Australia mengeluarkan kebijakan kemudahan untuk membangun pabrik biofuel , sehingga pengusaha pun tertarik untuk membangun industri bahan bakar alternatif. Bahkan di Swedia, harga bioethanol BE-85 (85% ethanol dan 15% bensin) dipatok lebih murah 25% daripada bahan bakar konvensional.

Indonesia sendiri bisa belajar dari Brasil yang secara serius mengembangkan teknologi bahan bakar biofuel. Bahkan pabrikan mobil pun sangat antusias untuk mengembangkan teknologi pendukungnya. Contohnya Toyota mulai mengalihkan perhatiannya pada pasar mobil berbahan bakar bensin gasohol untuk Brasil.

Tanaman tebu

Selain masuk ke pasar Brasil, kendaraan berbahan bakar alternatif ini dikabarkan bakal dipasarkan di Amerika Tengah dan Selatan. Jika rencana itu berjalan mulus, kendaraan ramah lingkungan tersebut paling cepat baru dirilis pada pertengahan tahun 2006.

Sebelumnya pabrikan mobil Ford selama lebih dari 14 tahun telah memproduksi satu juta unit kendaraan berbahan bakar ethanol mulai dari jenis E20 hingga E85. "Brasil adalah negara yang serius mengembangkan industri ethanol dari tebu. Tentunya kami tidak mau ketinggalan dari pabrikan lain di sana," kata Ashok Goyal. Direktur Ford Hiroshima yang berbasis di Jepang.

Di Brasil mobil yang ditenagai bensin dan alkohol tersebut lebih akrab disebut mobil flex fuel engine. Sebenarnya teknologi flex fuel bukanlah hal yang baru, sebab di Amerika Serikat pada 1980-an telah diperkenalkan mesin dengan tenaga metanol atau alkohol yang dibuat dari bahan beras dan jagung.

Tercatat produksi etanol Brasil pada 1996 mencapai 14,5 miliar liter (sekira 46% total produksi etanol global). Sedangkan produksi etanol di AS mencapai 7,6 miliar liter. Tetapi hanya Brasil yang mencatatkan diri sebagai negara pertama yang mengembangkan secara serius bahan bakar alkohol yang berasal dari gula tebu. Alasannya, di negara tersebut banyak perkebunan tebu yang hasilnya cukup melimpah.

Pemerintah Brasil memiliki program bernama Alkohol Nasional (the National Alcohol Program) yang salah satu hasil inovasinya adalah teknologi otomotif yang berhasil diluncurkan, yaitu mobil yang dijalankan dengan tenaga bensin dan alkohol yang terbuat dari gula tebu.

Gasohol, bahan bakar alternatif

Krisis bahan bakar yang sejak lama telah diprediksi membuat sejumlah peneliti girang. Pasalnya, dengan kondisi seperti ini mereka mendapatkan pengakuan atas hasil penelitiannya yang bertahun-tahun mereka kembangkan. Hal itu terlihat pada stan-stan energi alternatif seperti stan Universitas Trisakti yang mengembangkan minyak jelantah pengganti solar dan juga stan Balai Besar Teknologi Industri Pati (B2TP) BPPT yang mengembangkan Gasohol BE-10 untuk bahan bakar bensin.

Di stan BPPT tersebut sebuah jip Landrover Discovery putih yang disandingkan dengan Mercedes A-140 silver bertuliskan Fuel Cell dikerubuti para pengunjung Gaikindo Auto Expo 2005. Mereka terheran-heran saat mengetahui bahwa jip berbodi bongsor itu menggunakan bahan bakar dari singkong.

"Singkong memang bisa menggantikan bahan bakar minyak bensin. Ini bisa dipakai sebagai energi alternatif," kata Dr. Ir. M. Arief Yudiarto, Kabid Etanol & Derivatif B2TP BPPT saat ditemui di stannya sebelum pembukaan Gaikindo.

Menurut Arief, sebagai salah satu negara agraris, Indonesia memiliki potensi sumber daya energi alternatif yang sangat besar. Seperti gasohol yang terus dikaji B2TP di Lampung sejak 1983 lalu sebagai bahan bakar cair alternatif. Gasohol merupakan bahan bakar campuran antara bensin (gasoline) dan bioetanol (ethanol) fuel grade atau alkohol dengan kadar sekira 99.5%.

Sebagai salah satu bahan bakar alternatif, gasohol dengan porsi bioetanol hingga 20 persen bisa langsung digunakan pada mesin otomotif berbahan bakar bensin tanpa menimbulkan masalah teknis dan sangat ramah lingkungan. Kadar karbonmonoksida (CO) dari hasil uji pada rpm 2.500, untuk gasohol 20 % tercatat 0,76 % gas CO, sedangkan premium mencapai angka 3,66 % dan Pertamax 2,85 %.

Dari tes penggunaan gasohol pada sebuah mobil jenis minibus yang dihidupkan dengan kecepatan 80 km pada rpm 4.700, B2TP mencatat beberapa poin penting dari penggunaan gasohol. Konsumsi bahan bakar (gram/jam) dengan menggunakan gasohol 20 persen angkanya mencapai 23,25 gr/jam, sedangkan pada premium mencapai 23 gr/jam, dan Pertamax 20,57 gr/jam.

Di Indonesia hingga saat ini masih belum ada pabrik yang memproduksi bioetanol fuel grade meski kebutuhannya diperkirakan akan meningkat. Sedangkan produksi etanol Indonesia saat ini mencapai 2 juta liter per tahun untuk keperluan industri minuman serta farmasi dan sebagian lagi diekspor ke sejumlah negara. B2TP sampai saat ini masih mengandalkan pilot plant yang memiliki kapasitas 8.000 liter/hari dengan kualitas technical grade.(ovi/doe)***
Selengkapnya →

Energi Alternatif dari Rambut

,
Fisikawan masyhur, Stephen Hawking, pernah menjelaskan cara membuat energi statis dari rambut. Hal inilah yang telah menginspirasi seorang pemuda berusia 18 tahun, Milan Karki, mengembangkan energi alternatif dari rambut.ENERGI alternatif terus menjadi isu global yang terus digali, menyusul persediaan bahan bakar fosil yang makin menipis. Penggunaan bahan bakar nonfosil juga dimaksudkan untuk mengurangi dampak pemanasan global (global warming) yang mencemaskan umat manusia di seluruh dunia.Penelitian mendalam mengenai energi alternatif pada umumnya bermuara ke pemanfaatan energi air / hidrogen, energi surya (panel solar), dan bioenergi dari tumbuhan. Tetapi yang dilakukan oleh Milan Karki, anak muda dari Nepal, sungguh mencengangkan.Dengan ketekunannya, dan terus memelajari teori-teori yang pernah diajarkan Hawking, Milan kini berada dalam arus kesuksesan menciptakan energi alternatif, ’’hanya’’ dari rambut manusia.Ya, dari rambut manusia itulah, Milan Karki mampu menemukan tipa panel solar baru. Saat ini, Milan terus menyempurnakan hasil temuannya, kemudian memikirkan upaya pematenannya.’’Ini merupakan solusi mudah atas krisis energi yang dialami masyarakat dunia saat ini. Yang terpenting sekarang adalah memikirkan masa depan umat manusia, sambil menjaga bumi ini agar tetap hijau, dengan menggunakan bahan-bahan alami,’’ tegas pemuda cerdas tersebut.Panel Solar Menurut Milan, rambut manusia sangat gampang digunakan sebagai konduktor dalam sebuah panel solar, serta bisa memperbarui energi yang telah dikeluarkannya.
Selain setiap manusia memilikinya, setiap hari rambut manusia juga akan mengalami kerontokan, meski hanya beberapa helai.
Rambut manusia, kata Milan, dapat dimanfaatkan sebagai pengganti silikon, yang komponennya hampir sama digunakan pada panel solar.

Artinya, panel solar pun bisa dibuat dengan biaya rendah bagi mereka yang memiliki sambungan listrik.
Melanin, yaitu pigmen yang memberikan warna pada rambut, ternyata sangat sensitif terhadap cahaya. Ia juga bisa berfungsi sebagai konduktor.

Selain itu, rambut manusia juga jauh ’lebih murah’’ daripada silikon, sehingga biaya pembuatannya dapat ditekan. Solar panel ini juga bisa untuk mengisi baterai ponsel maupun penyedia listrik sepanjang malam.

Solar panel hasil kreasinya mampu menghasilkan energi sebesar 9 Volt (18 Watt). Biaya pembuatannya hanya sekitar Rp 380.000, jika diproduksi secara perorangan.

’’Biaya pembuatan menjadi murah apabila diproduksi secara massal, misalnya untuk satu kampung atau satu desa. Harganya bisa mencapai hanya separo, atau bahkan seperempatnya,’’ jelasnya.
Desa Terpencil Percobaan Milan Karki memang terkait dengan kondisi kelistrikan di negaranya, Nepal, termasuk juga di kampungnya, sebuah desa terpencil.

Banyak wilayah pedesaan di Nepal yang belum terjangkau sambungan listrik. Meski di beberapa tempat sudah diterangi listrik, pemakaiannya juga dibatasi rata-rata 16 jam per hari.

Dari pengalaman itulah, Milan dibantu empat temannya melakukan eksperimen dengan membuat panel solar.

Semula, hasil percobaan Milan ini dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan listrik di rumahnya. Maklum, ia tinggal bersama keluarganya di sebuah desa terpencil yang juga belum terjamah aliran listrik.

’’Kemudian saya berpikir, bukankah rumah-rumah di desa kami juga belum memperoleh listrik? Sekarang saya pun berubah pikiran, bahwa energi alternatif dari rambut ini harus bisa diaplikasikan oleh penduduk di seluruh dunia,’’ kata Milan, yang kini bersekolah di Kathmandu.

Milan mulai tertarik dengan elektronika sejak masih kanak-kanak. Saat itu dia masih bermukim di Khotang, sebuah wilayah pedalaman di Nepal, yang sama sekali belum tersentuh sambungan listrik.

Tidak heran ketika ia berhasil menemukan panel solar, hanya dari rambut manusia, masyarakat Khotang pun berduyun-duyun meminta bantuannya. ’’Padahal, semula mereka tak percaya bahwa rambut manusia bisa menghasilkan listrik,’’ kenangnya. (Dela SY-32)
Selengkapnya →

Anak SD temukan Energi Alternatif dari Ketela, Diberi Nama "Baterai Singkong"

,

"Bang gorengan singkong 10 yahh..", pinta Linuz kepada abang gorengan yang dia pikir mampu mengganti karbohidrat. Akibat program diet nasinya. Tiba-tiba matanya tertuju kepada sebuah berita yang membuat dirinya malu dan kehilangan selera makan atas prestasi yang dicetak bocah kecil yang usianya lebih muda 11 tahun.

Seorang anak bernama Innocencio Kresna Pratama (dipanggil Inno) mengantarkan kota Bandar Lampung menjadi yang terbaik di ajang "Kompetensi dan Kreativitas Siswa SD Dan Madrasah Ibtidaiah (MI) se provinsi Lampung" tanggal 6-7 November kemarin. Apa yang dibuat Inno? Bocah kelas 6 SD TUnas Mekar Indonesia ini berhasil membuat para juri terpana dengan karyanya yang bertajuk "Baterai Singkong, Upaya menemukan Energi Alternatif" serta mengantarkannya mewakili provinsi Bandar Lampung pada event yang sama tingkat nasional (27 November mendatang).
Modalnya, menurut Inno, sangat mudah didapat dan murah pula; satu batang singkong kecil yang dipotong menjadi empat bagian.  Inno menancapkan pelat dan tembaga seng yang kemudian disambung dengan kabel kecil ke kalkulator dan jam digital. Hasilnya? Kedua benda itu menyala dan tetap akurat!
Menurut Inno, singkong dapat menghasilkan listrik karena mengandung cairan elektrolit untuk menghasilkan listrik."Untuk itu teknologi sederhana ini saya namakan Baterai Singkong", ujar anak dari pasangandrg. Edy Suwanto dan drg. Lucia Dwi Handayani.
Apa yang mendorong calon ilmuwan cilik kelahiran 8 Maret 1996 ini? Dia mengaku terinsipirasi karena rajin membaca, ditambah lagi sudah memulai penelitian kecil di sekolah seperti mulai cara menanam, mengamati pertumbuhan tanaman, dan lain-lain.
Ketertarikannya menjadi semakin menjadi-jadi setelah membaca di internet dan berbagai macam buku kalau apel dan jeruk dapat pula menghasilkan listrik. "Mulai dari situlah aku tertarik melanjutkan penemuan ini. Aku menduga buah lain, bahkan umbi2an juga dapat menghasilkan listrik" kata dia.
Di sekolah Inno mengadakan percobaan di sekolah seperti menguji buah mangga yang didapati juga menghasilkan listrik. Ia beralih ke umbi2an; singkong,ubi,dan kentang tak luput untuk dijadikan obyek pengujian.Inno mengklaim baterai singkong dapat bertahan berhari-hari tanpa henti seperti baterai konvensional, malahan dapat dipakai berkali-kali dengan menancapkan pelat tembaga di bagian sisi yang belum digunakan. Otaknya yang kreatif terus seakan tak pernah berhenti yang terbukti dari pengakuannya untuk melanjutkan penelitian menjadikan singkong batu baterai kering.
Meskipun begitu, anak ini tetap rendah hati dan mengharapkan doa dari orang-orang terdekatnya berharap untuk kembali menjadi yang terbaik di ajang nasional kelak. Sambil meneguk air putihnya, Linuz menguap dan bergumam asal,"Huahh harus cepet dipatenin nih singkong ajaib"
 
Selengkapnya →

Dilarang Menginjak Rumput: Karena rumput bisa menghasilkan listri

,



rumput penghasil listrik
Teknologi hijau atau green technology sepertinya menjadi trend dunia akhir-akhir ini. Demikian pula dalam pembuatan komputer. Ide-ide membuat komputer hemat energi dan membuat untuk komputer semakin digencarkan. Laptop hemat energi, laptop kecil seperti EEE PC milik asus atau Anoa milik Zyrek merupakan upaya penghematan energy juga.
energi laternatif
Nah, kali ini ada inovasi keren dari Lawn PC. Mereka membuat rumput (yups,, rumput yang saya maksud adalah rumput buatan) yang mampu menghasilkan . Setiap lembar “daun” rumput ini mampu menghasilkan energi 60 watt perjam. Energi ini disalurkan ke bagian bawahnya yang merupakan pengumpul energi. Pembangkit tenaga rumput ini tidak membutuhkan kipas pendingin, cukup pastikan daunnya terkena sinar matahari dan mendapatkan udara segar, maka tak perlu khawatir pembangkit ini menjadi terlalu panas.
rumput
Rumput-rumput tersebut terbuat dari sistem panel surya yang dapat didaur ulang (biodegradeble). Rumput-rumput ini juga dapat dilepaskan untuk digunakan pada alat-alat listrik yang lain. Pada gambar dibawah, bagian bawah yang berwarna putih adalah PCnya. Rencananya, pembangkit listrik ini juga akan diintegrasikan dengan transmisi daya nirkabel yang semakin memberikan efisiensi (gak perlu ada kabel mbulet, dsb).
Lihat saja daunnya yang merupakan panel suryanya. Keren bukan? makanya, mulain saat ini anda dilarang menginjak rumput. Apalagi rumput yang menghasilkan energi alternatif dan hijau seperti ini.
Selengkapnya →

POMPA AIR TENAGA GRAVITASI

,
Tergelitik dengan banyaknya coment pada dua artikel saya sebelumnya yaitu POMPA AIR TENAGA GRAVITASI dan POMPA AIR TENAGA GRAVITASI (2) , maka saya posting lagi yang mengupas tentang masalah tersebut lebih lanjut. Bukan untuk memperpanjang lagi diskusi yang memang sudah panjang dan diwarnai beberapa debat kusir, tapi untuk memperjelas duduk persoalan yang sebenarnya agar tidak ada salah paham tentang masalah yang sedang didiskusikan maupun tujuan saya membahas masalah tersebut.
Pertama, saya perlu meluruskan bahwa yang saya maksud dengan istilah Pompa Air Tenaga Gravitasi adalah pompa air yang yang disain ataupun prinsip kerjanya sama persis atau serupa dengan gambar dalam posting saya terdahulu. Menurut beberapa pihak, pompa seperti itu diyakini bisa menaikkan air tanpa listrik dan tidak diperlukan masukan energi apapun kecuali ketika mengisi drum dan pipa dengan air pertama kali alias gratis-tis. Jadi, pompa yang saya maksud jelas bukan pompa Hidram (Hydraulic Ram) seperti yang diduga oleh beberapa comenter, meskipun pompa Hidram juga menggunakan energi potensial gravitasi untuk dapat beroperasi. Energi pompa hidram diperoleh dari energi mekanik air yang meluncur melalui pipa pesat yang menyebabkan sebagian (kecil) air naik melalui pipa pengantar ke tempat yang lebih tinggi. Pada pompa hidram, jumlah energi mekanik yang terkandung dalam air yang masuk lebih besar dibandingkan jumlah energi mekanik yang terkandung dalam air yang dinaikkan sehingga tidak melawan hukum alam (hukum kekekalan energi).
sirkulator
Beberapa hari yang lalu ketika saya sedang mencari referensi tentang PLTGL (Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang Laut), tanpa sengaja saya mendapatkan sebuah artikel yang berjudul SIRKULATOR POMPA GRAVITASI (Tips Menghemat Listrik) yang ditulis oleh saudara Ading Mulyadi di website LPMP Jawa Barat (Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Jawa Barat). Dalam tulisan tersebut, diuraikan secara detail tentang cara pembuatan dan cara kerja sirkulator pompa gravitasi yang dilengkapi dengan gambar yang sangat jelas. Pada bagian terakhir, diruraikan pula keunggulan dan kelemahan alat tersebut. Tanpa mengurangi hormat saya pada saudara Ading Mulyadi dan tanpa mengurangi penghargaan saya atas usahanya menulis artikel tersebut, saya berkeyakinan bahwa SIRKULATOR POMPA GRAVITASI yang dibuat mengikuti petunjuk dalam artikel tersebut tidak akan pernah dapat bekerja sebagaimana yang diharapkan. Hal itu disebabkan prinsip kerja sirkulator tersebut  melawan hukum alam (hukum kekekalan energi), seperti halnya dengan POMPA AIR TENAGA GRAVITASI yang telah saya uraikan. Cara kerja SIRKULATOR POMPA GRAVITASi secara prinsip sama persis dengan cara kerja POMPA AIR TENAGA GRAVITASI, dan keduanya juga diyakini dapat bekerja tanpa masukan energi dari luar kecuali pada saat pengisian air pertama saja. Jika dicoba, hasilnya juga akan sama saja yaitu akan keluar air beberapa saat, kemudian berhenti setelah tercapai keseimbangan tekanan. Jadi, keluarnya air (untuk beberapa saat) tersebut sama sekali tidak membuktikan bahwa alat tersebut “telah berhasil bekerja” tapi kemudian macet karena suatu sebab. Demikian juga pada POMPA AIR TENAGA GRAVITASI, keluarnya air yang cukup lama dan banyak (bahkan bisa sampai 1 drum) juga tidak membuktikan apapun karena keseimbangan tekanan akan dicapai setelah semua air dalam drum keluar dan digantikan oleh udara jika tidak dilengkapi dengan leher angsa atau jika terjadi kebocoran. Jika dilengkapi leher angsa dan tidak ada kebocoran, keseimbangan tekanan akan tercapai ketika drum telah berhenti mengempes. Jika ketinggian vertikal kolom air melebihi batas yang mampu ditahan oleh tekanan atmosfer (sktr 10 meter atau lebih), maka akan tercipta ruang hampa pada pipa dan drum bagian atas ketika tercapai keseimbangan tekanan.
Pada kesempatan lain, saya juga menemukan sebuah file presentasi powerpoint (.ppt) di blog sebuah LSM lingkungan hidup Lingkaran Nurani yang ditulis oleh saudara Muhammadun H. Adam (direktur yang menangani energi dan sumber daya mineral). Presentasi berjudul PILOT PROJECT PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA AIR TERJUN BUATAN (PLT ATB) tersebut memaparkan masalah kelangkaan energi (listrik), kelemahan-kelemahan sistim pembangkit listrik yang ada, dan menawarkan sebuah solusi yang dinamakan PLT ATB. Dengan penjelasan secara verbal (tidak dilengkapi gambar), saudara Muhammadun H. Adam menguraikan penemuannya yang berlandaskan gabungan hukum bejana berhubungan dan hukum Pascal. Tanpa mengurangi hormat saya pada saudara Muhammadun H. Adam dan tanpa mengurangi penghargaan saya atas usahanya menyiapkan presentasi sepanjang 29 slide tersebut, saya berkeyakinan bahwa PLT ATB tersebut tidak akan pernah dapat bekerja sebagaimana yang diharapkan. Masalahnya, lagi-lagi adalah karena melawan hukum alam (hukum kekekalan energi). Selain itu juga terjadi ketidaksesuaian kondisi dalam penggabungan hukum bejana berhubungan dengan hukum Pascal. Hukum bejana berhubungan berlaku jika tekanan udara (atau gas) diatas permukaan air (atau zat cair) sama, seperti pada udara terbuka atau di ruang hampa udara. Sedangkan hukum Pascal yang dimaksud hanya berlaku jika air (atau zat cair) berada dalam ruangan tertutup seperti yang diterapkan pada sistim hidrolik dan pneumatic. Dalam ruang terbuka, penambahan tekanan hanya dapat dilakukan dengan menambah ketinggian vertikal kolom air yang menaikkan tekanan hidrostatik pada bagian dasar bejana. Karena penjelasan dalam slide tidak dilengkapi gambar/sketsa, maka saya sulit membayangkan seperti apa desain dari PLT ATB yang diyakini dapat bekerja terus-menerus tanpa memerlukan masukan energi dari luar.
Secara prinsip, SIRKULATOR POMPA GRAVITASI maupun PLT ATB dapat digolongkan dalam genre stika abadi atau overunity yang diyakini dapat bekerja terus menerus tanpa masukan energi dari luar. Beberapa diantaranya bahkan diyakini dapat menghasilkan energi dari ketiadaan (menciptakan energi) seperti PLT ATB, Parendev Motor, Hummingbird/Sundance Generator, dan sebagainya. Desain maupun cara kerja alat-alat tersebut ada yang mirip dan adapula yang berbeda jauh satu sama lain. Adapun tenaga penggerak yang digunakan pada umumnya adalah salah satu atau kombinasi dari magnet permanen, elektromagnet, gravitasi bumi, tekanan air, tekanan udara, gaya apung, gaya kapiler, dsb. Beberapa diantara desain tersebut bahkan sudah dipatenkan oleh penemunya. Yang menarik (atau anehnya), sampai sekarang belum ada satupun dari alat-alat tersebut yang diproduksi massal atau yang kita temukan di pasaran umum. Jika saja stika abadi (perpetual engine) yang sudah dicoba untuk dibuat orang sejak ratusan tahun lalu tersebut dapat bekerja seperti yang sering diklaim oleh para penemunya, maka dunia ini tentu akan damai sejahtera dan aman sentosa karena tidak akan ada krisis energi dan tidak ada perang memperebutkan minyak. Namun itu hanya otopia karena bertentangan hukum alam (hukum kekekalan energi) yang telah berlaku sejak alam raya terbentuk dan masih akan terus berlaku selama alam raya masih ada, tidak peduli kita percaya entah tidak.
Melakukan eksperimen tentang stika abadi (perpetual engine) apapun jenisnya, bukanlah merupakan kejahatan dan bahkan dapat memajukan IPTEK. Namun jika digunakan untuk melakukan pembohongan publik apalagi penipuan, jelas merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan. Oleh karena itu, masyarakat mesti bersikap kritis terhadap pihak-pihak yang mengklaim telah menemukan teknologi yang dapat menghasilkan energi (utamanya listrik) tanpa masukan energi dari luar sistem atau penemuan bahan bakar jenis baru (apapun namanya) yang dibuat (disintesa) dari bahan yang tidak mengandung unsur karbon dan hidrogen, ataupun yang sudah dalam keadaan energi rendah (air, karbon dioksida, dsb). Jika ada para netter yang mendapatkan informasi tentang klaim seperti itu, dapat menginformasikannya pada forum ini untuk kita analisa dan kritisi bersama. Kalau temuannya memang masuk akal (tidak bertentangan dengan hukum-hukum alam) kita adan dukung, dan kalau tidak masuk akal akan kita bedah bersama bagian mana yang tidak masuk akal. Kalau penemunya tetap ngotot meski dasarnya lemah, kita musti siap untuk adu argumen. Jika penemunya kalah argumen tapi masih ngeyel juga, kita bisa undang yang bersangkutan untuk mendemokan alatnya di depan publik. Sebelum dan sesudah demo alat, tentu saja dilakukan pemeriksaan alat secara seksama untuk mencegah kemungkinan adanya komponen tersembunyi untuk mensuplay energi. Dengan demikian, masyarakat tidak lagi menjadi korban pembohongan publik maupun penipuan yang dapat merugikan masyarakat dan negara. Kita harus belajar dari kasus penipuan oleh Dennis Lee dengan Hummingbird/Sundance Generator di Amerika dan Canada yang sudah meraup jutaan dolar. Kita harus belajar dari kasus Djoko Suprapto dengan Pembangkit Listrik Jodipati dan Blue Energy yang mempermalukan bangsa kita dan meraup milyaran rupiah. Bagaimana dengan Pembangkit Listrik Tenaga Mekanik Gravitasi temuan Djoko Pasiro ??? Kita tunggu saja kabar selanjutnya, semoga saudara M. Mahfud tetap tegar dalam perjuangan menegakkan rasionalitas keilmuan di tengah masyarakat yang cenderung untuk berfikir/bertindak irasional karena panik menghadapi krisis energi yang tidak jelas sampai kapan.
Terimakasih dan salam eksperimen.
Selengkapnya →

Rabu, 01 Juni 2011

Pemeriksaan Virologi

,


A.    PENGERTIAN
Virologi ialah cabang biologi yang mempelajari makhluk suborganisme, terutama virus. Dalam perkembangannya, selain virus ditemukan pula viroid dan prion. Kedua kelompok ini saat ini juga masih menjadi bidang kajian virologi.
Virologi memiliki posisi strategis dalam kehidupan dan banyak dipelajari karena bermanfaat bagi industri farmasi dan pestisida. Virologi juga menjadi perhatian pada bidang kedokteran, kedokteran hewan, peternakan, perikanan dan pertanian karena kerugian yang ditimbulkan virus dapat bernilai besar secara ekonomi.
B.     KALSIFIKASI DAN MORFOLOGI VIRUS
·         Klasifikasi Virus
1.      Berdasarkan Asam Nukleatnya Virus dibedakan menjadi:
a.       Virus DNA, contohnya: Poxvirus, Hepesviruses, Adenoviruses, Papovaviruses, Parvoviruses
b.      Virus RNA, contohnya: Orthomyxoviruses, Paramyxoviruses, Rhabdoviruses, Picornaviruses, Togaviruses, Reoviruses, Retroviruses
2.      Berdasarkan Bentuk Dasarnya, Virus dibedakan menjadi:
a.       Virus bentuk Ikosahedral. Bentuk tata ruang yang dibatasi oleh 20 segitiga sama sisi, dengan sumbu rotasi ganda, contohnya virus polio dan adenovirus
b.      Virus bentuk Heliks. Menyerupai batang panjang, nukleokapsid merupakan suatu struktur yang tidak kaku dalam selaput pembungkus lipoprotein yang berumbai dan berbentuk heliks, memiliki satu sumbu rotasi. Pada bagian atas terlihat RNA virus dengan kapsomer, misalnya virus influenza, TMV.
c.       Virus bentuk Kompleks. Struktur yang amat kompleks dan pada umumnya lebih lengkap dibanding dengan virus lainnya. Contoh virus pox (virus cacar) yang mempunyai selubung yang menyelubungi asam nukelat.
3.      Berdasarkan ada-tidaknya selubung yang melapisi nukleokapsid, virus dibedakan menjadi:
a.       Virus berselubung. Mempunyai selubung yang tersusun atas lipoprotein atau glikoprotein, contoh: Poxvirus, Herpesviruses, Orthomyxoviruses, Paramyxoviruses, Rhabdoviruses, Togaviruses, Retroviruses.
b.      Virus telanjang. Nukleokapsid tidak diselubungi oleh lapisan yang lain. Contoh: Adenoviruses, Papovaviruses, Parvoviruses, Picornaviruses, Reoviruses.
4.      Berdasarkan jumlah kapsomernya, virus dibedakan menjadi:
a.       Virus dengan 252 kapsomer, contoh adenovirus
b.      Virus dengan 162 kapsomer, contoh herpesvirus
c.       Virus dengan 72 kapsomer, contoh papovavirus
d.      Virus dengan 60 kapsomer, contoh picornavirus
e.       Virus dengan 32 kapsomer, contoh parvovirus
5.      Berdasarkan sel Inangnya, virus dibedakan menjadi:
a.       Virus yang menyerang manusia, contoh HIV
b.      Virus yang menyerang hewan, contoh rabies
c.       Virus yang menyerang tumbuhan, contoh TMV
d.      Virus yang menyerang bakteri, contoh virus T


·         Morfologi Virus
Gambaran struktural yang biasanya ditemukan pada semua virus adalah terutama genom asam nukleat dan protein pembungkus, walupun partikel virus (virion) dapat sangat bervariasi dalam hal bentuk dan ukuran.
a.       Kapsid (selubung protein) terdiri banyak sub unit struktural yang berulang-ulang dan tersusun dalam pola yang sangat rapi.
1.      Komponen struktural yang paling sederhana ialah suatu molekul protein tunggal yang disebut protomer.
2.      Protomer individual membentuk unit struktural dasar dari virus yang disebut kapsomer.
3.      Banyaknya kapsomer yang jumlahnya +3 tergantung dari ukuran dan morfologi virusnya bergantung dan disebut kapsid.
b.      Nukleokapsid merupakan gabungan dari ”inti” (ceote) asam nukleat dan protein kapsid.
1.      Pada banyak virus seperti virus mosaik tembakau dari virus influenza, nukleokapsid helikal, hubungan antara asam nukleat dan molekulprotein menghasilkan suatu rotasi tunggal.
2.      Bentuk struktural utama kedua dari nukleokapsid viral ialah ikosahedral 9ikosahedral : ikosa =20, hedron : bidang).
·         Pada virus ikosahedral asam nukleotidanya didapatkan dalam ”inti” dari struktur tersebut dan dikelilingi oleh pembungkus protein.
·         Virus dengan struktur ikosahedral ditandai dengan adanya bidang-bidang segitga samasisi sebanyak 20 buah, 12 verteks, 30 sisi dan simetri rotasi rangkap 2, 3 dan 5 yang tepat.
3.      Hanya ada sejumlah kecil virus yang mempunyai struktur yang kompleks dan tidak memperlihatkan bentuk simetri yang teratur (exp. Poxvirus yang berbentuk bata).

c.       Nukleokapsid viral dapat merupakan suatu virion lengkap exp. Virus kapsid yang tidak berenvelop atau dapat pula dikelilingi dengan membran tipe seluler, exp. Virus yang berenvelope.
·         Envelope viral seperti membran seluler yang mengandung lapisan rangkap lipida dan merupakan protein yang khas virus.
·         Protein envelop yang khas virus ada 2 tipe yaitu :
1.      Glikoprotein pada umumnya ditemukan sebagai struktur permukaan, exp. Seperti tonjolan atau molekul hemaglutinasi.
2.      Protein matriks merupakan protein yang tidak diglikolisasi (nonglycosilated protein) yang membentuk lapisan struktural pada permukaan dalam dari envelop viral.

C.    VIRUS YANG MEMPENGARUHI IBU HAMIL

Beberapa penyakit infeksi ini bisa menular ke bayinya melalui plasenta atau saat persalinan. Jika hal ini terjadi, kemungkinan ada komplikasi pada bayi atau mengakibatkan persalinan prematur.
1.      Bakteri vaginosis
Bakteri vaginosis atau BV adalah infeksi vagina yang paling umum terjadi pada perempuan usia subur yang disebabkan ketidakseimbangan bakteri di vagina. Kena infeksi ini saat hamil berisiko terjadi kelahiran prematur, berat badan bayi lahir rendah dan infeksi rahim setelah kelahiran.
2.      Cacar air
Tidak banyak perempuan hamil yang terinfeksi cacar air hanya 1-7 dari 10.000 kehamilan. Risiko tertinggi terkena sindrom varicella kongenital (CVS) jika terinfeksi pada usia kehamilan 13-20 minggu. CVS bisa membuat cacat lahir, yang paling sering adalah terdapat bekas luka, cacat kaki, kepala yang kecil dan masalah penglihatan.
3.      Klamidia
Infeksi bakteri ini memang bisa disembuhkan yang ditularkan melalui alat kelamin, oral atau anal seks. Perempuan hamil yang kena infeksi klamidia selama hamil berisiko terjadi infeksi kantung dan cairan ketuban, kelahiran prematur serta pecah ketuban dini. Beberapa studi telah menghubungkan dengan peningkatan risiko keguguran.
4.      Rubella
Jika tidak kebal terhadap penyakit ini selama awal kehamilan bisa menyebabkan keguguran atau bayi berakhir dengan cacat lahir. Jika bayi lahir dengan membawa virus ini, kemungkinan besar mengalami sindrom rubella bawaan (congenital rubella syndrome/CRS).
5.      Toksoplasmosis
Infeksi ini dari parasit mikroskopis Toxoplasma gondii. Meski penyakit ini tak menimbulkan gejala, tapi memiliki risiko selama kehamilan karena bisa menginfeksi plasenta dan janin. Risiko terinfeksi paling besar di trimester ketiga, tapi tingkat keparahan congenital toxoplasmosis paling tinggi jika terinfeksi pada trimester pertama.
6.      Cytomegalovirus
Virus ini adalah anggota dari virus herpes. Beberapa bayi terkadang tidak menunjukkan gejala saat lahir, tapi bayi yang mengalami congenital cytomegalovirus pada awalnya akan mengembangkan gangguan pendengaran dan komplikasi infeksi di bulan atau tahun berikutnya.
7.      Fifth disease
Penyakit ini disebabkan oleh parvovirus yang berada dalam darah dan diinfeksi melalui plasenta. Infeksi ini bisa menyebabkan keguguran atau membuat bayi ikut terinfeksi.
8.      Flu
Beberapa virus flu bisa menyebabkan komplikasi serius, seperti pneumonia dan persalinan prematur yang membuat bayi berisiko mengalami gangguan kesehatan.
9.      Kencing nanah
Jika memiliki infeksi ini berisiko tinggi mengalami keguguran, infeksi kantung dan cairan ketuban, kelairan prematur, ketuban pecah lebih dini, preterm premature rupture of membranes (PPROM) serta risiko infeksi rahim.


10.  Hepatitis B
Beberapa orang tidak menunjukkan gejala saat terinfeksi hepatitis B, sehingga tanpa disadari bisa menular pada janinnya sehingga saat dilahirkan bayi sudah memiliki virus hepatitis B.
11.  Herpes
Penularan infeksi ini melalui plasenta sejak trimester pertama. Jika bayi sudah terinfeksi, maka bisa menyebabkan cacat lahir yang serius.
12.  HIV
Memiliki HIV positif berisiko tinggi melahirkan prematur, intrauterine growth restriction dan bayi yang dilahirkan meninggal. Selain itu risiko komplikasi yang tinggi juga menyebabkan sistem kekebalan tubuh yang bocor.
13.  Listeriosis
Infeksi ini melalui plasenta dan cairan ketuban yang dapat menyebabkan keguguran atau kelahiran bayi meninggal. Selain itu masalah lainnya adalah infeksi darah, luka, kesulitan bernapas, demam, lesi pada beberapa organ serta infeksi sistem saraf pusat.
14.  STD
Infeksi pada bayi yang baru lahir bisa mengancam hidupnya dan menyebabkan gangguan kesehatan yang ireversible. Selain itu juga meningkatkan risiko keguguran, prematur, ketuban pecah dini, infeksi rahim serta bayi lahir dengan kondisi meninggal.
15.  Sifilis
Sifilis bisa menginfeksi sistem saraf pusat di otak dan sumsum tulang belakang, meningitis, kejang, kebutaan, kehilangan pendengaran, demensia serta masalah pada saraf tulang belakang.
16.  Trichomoniasi
Infeksi trich selama hamil dikaitkan dengan risiko kelahiran prematur, ketuban pecah dini, berat badan bayi lahir rendah serta berisiko rentan terkena HIV.
17.  Infeksi saluran kemih
Jika infeksi ini tidak diobati maka akan meningkatkan risiko kelahiran prematur serta berat badan bayi lahir rendah.

D.    PENCEGAHAN DAN PENGOBATAN VIRUS
Karena biasanya memanipulasi mekanisme sel induknya untuk bereproduksi, virus sangat sulit untuk dibunuh. Metode pengobatan sejauh ini yang dianggap paling efektif adalah vaksinasi, untuk merangsang kekebalan alami tubuh terhadap proses infeksi, dan obat-obatan yang mengatasi gejala akibat infeksi virus.
Penyembuhan penyakit akibat infeksi virus biasanya disalah-antisipasikan dengan penggunaan antibiotik, yang sama sekali tidak mempunyai pengaruh terhadap kehidupan virus. Efek samping penggunaan antibiotik adalah resistansi bakteri terhadap antibiotik. Karena itulah diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan apakah suatu penyakit disebabkan oleh bakteri atau virus.
Selengkapnya →