Jumat, 30 September 2011

Tips Cara Menghemat Uang Saku

,

Tips Cara Menghemat Uang Saku

Tidak semua orang memiliki kemampuan untuk menekan pengeluaran secara maksimal sehingga mampu menghimpun banyak duit di buku tabungan untuk keperluan penting dan kebutuhan mendesak di masa depan. Faktor gengsi dan hobi acap kali menjadi penyebab banyak uang yang hilang untuk sesuatu yang kurang penting yang mengalahkan akal sehat.
Berikut adalah tips organisasi.org untuk anda yang kesulitan mengelola uang anda :
1. Catat Pemasukan Dan Pengeluaran Uang Anda
Buat rencana pemasukan dan rencana pengeluaran di mana setiap akhir bulan harus ada banyak uang yang ditabung. Disiplin ketat dan jangan pernah melanggar anggaran yang ada kecuali sangat penting dan mendesak.

2. Musnahkan / Simpan Jauh-Jauh Kartu Kredit Dan Kartu ATM Anda
Kemudahan untuk berhutang dan mengambil uang tabungan akan menjebak anda dalam kenikmatan mengeluarkan uang. Oleh karena itu sebaiknya uang cash anggaran bulanan anda simpan di rumah tanpa boleh mengutak-atik kartu-kartu penarik uang anda dan uang yang ada di bank.

3. Hilangkan Gengsi Dan Hobi Mahal Anda
Kalau anda malu terlihat kere dan katro, mulai saat ini anda harus berani tampil kere dan katro di hadapan kenalan anda, jika perlu pindah rumah dan mulai kehidupan baru yang kere dan katro. Sebenarnya tidak sampai harus kere dan katro, tapi lebih tepatnya hidup sederhana di mana pengeluaran anda hanya pada yang penting-penting dan murah meriah. Ubah hobi mahal seperti jalan-jalan ke luar negeri dengan jalan-jalan di komplek/kampung rumah anda. Yang hobi ke gym / pusat kebugaran ganti dengan lari joging keliling kampung atau main bola / badminton di lapangan dekat rumah atau di jalanan.

4. Hemat Pengeluaran Besar Rutin Anda
Tagihan biaya administrasi kartu kredit, pajak, pbb, listrik, air pam, tv kabel, tv satelit, sekolah elit anak, telepon, dsb yang jumlahnya sangat besar sebaiknya dihilangkan saja. Contohnya seperti berhenti berlangganan kartu kredit, koran majalah, tv & internet bulanan, dll atau pindah ke rumah baru yang kecil dan sederhana untuk menghemat biaya pln, pam, pbb, telepon, dsb. Kalau senang telepon-teleponan ubah dengan bicara langsung atau gunakan telpon seperlunya tidak bertele-tele.

5. Ubah Penggunaan Transportasi Yang Mahal
Dari yang biasa naik mobil pribadi ke mana-mana sebaiknya anda jual mobilnya dan beli sepeda motor. Kalau sering naik taxi dan ojek motor, sekarang gunakan motor pribadi, angkot atau jalan kaki.

6. Makan Dan Minum Di Rumah Saja Atau Bawa Dari Rumah
Yang pasti membuat makanan dan minuman sendiri yang sederhana biayanya lebih murah daripada jajan di luar. Sarapan di rumah, makan siang dari bekal yang di bawa dari rumah, makan malam di rumah, dll. Kalau lagi ngidam makanan enak lebih baik ditahan saja kalau perlu puasa utuk mengilangkan nafsu bejad yang menghancurkan keuangan anda.

7. Terapkan Gaya Hidup Sederhana Pada Anggota Keluarga
Paksa anak, istri atau suami anda untuk menerima kenyataan pahit bahwa kita harus hidup sederhana karena hidup sederhana adalah awal dari kebahagiaan yang sejati. Mereka pun harus siap hidup miskin kapan saja jika Tuhan menghendaki.

8. Hentikan Kebiasaan Bodoh Anda
Bagi anda yang merokok, minum miras, memakai narkoba, main jablay, selingkuh, melakukan tindak kriminal dan dosa, dsb hentikan segera kebiasaan itu karena tidak ada gunanya dan itu semua hanya membakar uang dan menghancurkan hidup anda baik di dunia maupun di akherat.

9. Hemat Belanja Anda Dan Jaga Nafsu Belanja Anda
Yang doyan belanja / shopping sebaiknya buat daftar belanjaan sesuai anggaran / budget yang telah dibuat agar tidak mudah tergoda dengan barang yang dijajakan selain yang anda butuhkan. Pastikan produk yang anda beli tidak mahal yang penting fungsi sama dan kualitas tidak buruk. Jika anda ngebet ingin membeli sesuatu, maka gunakan jurus manipulasi otak anda seolah-olah anda telah membeli barang itu namun sampai dirumah hilang digondol tikus.
Selengkapnya →

Rabu, 28 September 2011

ENZIM

,
Komponen Enzim
Enzim merupakan senyawa organik berupa protein yang berfungsi sebagai katalis dalam metabolisme tubuh, sehingga disebut juga biokatalisator.
Komponen penyusun enzim terdiri dari :model enzim
  1. Apoenzim, yaitu bagian enzim aktif yang tersusun atas protein yang bersifat labil (mudah berubah) terhadap faktor lingkungan, dan
  2. Kofaktor,yaitu komponen non protein yang berupa :
  3. Ion-ion anorganik (aktivator)
Berupa logam yang berikatan lemah dengan enzim, Fe, Ca, Mn, Zn, K, Co. Ion klorida, ion kalsium merupakan contoh ion anorganik yang membantu enzim amilase mencerna karbohidrat (amilum)
  1. Gugus prostetik
Berupa senyawa organik yang berikatan kuat dengan enzim, FAD (Flavin Adenin Dinucleotide), biotin, dan heme merupakan gugus prostetik yang mengandung zat besi berperan memberi kekuatan ekstra pada enzim terutama katalase, peroksidae,                                                                               sitokrom oksidase.
  1. Koenzim
    Berupa molekul organik non protein kompleks, seperti NAD (Nicotineamide Adenine Dinucleotide), koenzim-A, ATP, dan vitamin yang berperan dalam memindahkan gugus kimia, atom, atau elektron dari satu enzim ke enzim lain.

Enzim yang terikat dengan kofaktor disebut holoenzim.
Enzim diproduksi oleh sel-sel yang hidup, sebagian besar enzim bekerja di dalam sel dan disebut enzim intraseluler, contohnya enzim katalase yang berfungsi menguraikan senyawa peroksida (H2O2) yang bersifat racun menjadi air (H2O) dan oksigen (O2). Enzim-enzim yang bekerja di luar sel (ekstraseluler) contohnya : amilase, lipase, protease dll.

Cara Kerja Enzim
Cara enzim bekerja adalah dengan membentuk senyawa enzim-substrat, kemudian menghasilkan suatu produk tanpa merubah senyawa enzim itu sendiri, setelah produk terbentuk maka enzim akan melepaskan diri untuk membentuk senyawa baru dengan substrat yang lain.
Ada 2 (dua) cara kerja enzim :
  1. Lock and key (gembok dan anak kunci)
    Setiap enzim memiliki sisi aktif yang tersusun dari sejumlah asam amino. Bentuk sisi aktif ini sangat spesifik, sehingga hanya molekul dengan bentuk tertentu yang dapat menjadi substrat bagi enzim. 
  2. Induced fit (induksi pas)
    Sisi aktif enzim merupakan bentuk yang tidak kaku (fleksibel). Ketika substrat memasuki sisi aktif enzim, bentuk sisi aktif berubah bentuk sesuai dengan bentuk substrat kemudian terbentuk kompleks enzim-substrat. Pada saat produk sudah terlepas dari kompleks, maka enzim lepas dan kembali bereaksi dengan substrat yang lain.
    Enzim bekerja dengan cara mengkatalis reaksi sehingga meningkatkan kecepatan reaksi yang dilakukan dengan menurunkan energi aktivasi (energi yang dibutuhkan untuk reaksi).

    Sifat-Sifat Enzim
    1. Enzim adalah Protein
      Sebagai protein enzim memiliki sifat seperti protein, yaitu sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, seperti suhu, pH, konsentrasi substrat). Jika lingkungannya tidak sesuai, maka enzim akan rusak atau tidak dapat bekerja dengan baik.
    2. Bekerja secara khusus/spesifik
      Setiap enzim memiliki sisi aktif yang sesuai hanya dengan satu jenis substrat, artinya setiap enzim hanya dapat bekerja pada satu substrat yang cocok dengan sisi aktifnya.
    3. Berfungsi sebagai katalis
      Meningkatkan kecepatan reaksi kimia tanpa merubah produk yang diharapkan tanpa ikut bereaksi dengan substratnya, dengan demikian energi yang dibutuhkan untuk menguraikan suatu substrat menjadi lebih sedikit.
    4. Diperlukan dalam jumlah sedikit
      Reaksi enzimatis dalam metabolisme hanya membutuhkan sedikit sekali enzim untuk setiap kali reaksi.
    5. Bekerja bolak-balik
      Enzim tidak mempengaruhi arah reaksi, sehingga dapat bekerja dua arah (bolak-balik). Artinya enzim dapat menguraikan substrat menjadi senyawa sederhana, dan sebaliknya enzim juga dapat menyusun senyawa-senyawa menjadi senyawa tertentu.

    Faktor yang Mempengaruhi Enzim
    Kerja enzim sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut :
    1. Suhu (temperatur)
      Enzim tersusun oleh protein, sehingga sangat peka terhadap suhu. Peningkatan suhu menyebabkan energi kinetik pada molekul substrat dan enzim meningkat, sehingga kecepatan reaksi juga meningkat. Namun suhu yang terlalu tinggi dapat menyebabkan rusaknya enzim yang disebut denaturasi, sedangkan suhu yang terlalu rendah dapat menghambat kerja enzim. Pada umumnya enzim akan bekerja baik pada suhu optimum, yaitu antara 300 – 40 0C.
    2. Derajat keasaman (pH)
      Perubahan pH dapat mempengaruhi perubahan asam amino kunci pada sisi aktif enzim, sehingga menghalangi sisi aktif bergabung dengan substratnya. Setiap enzim dapat bekerja baik pada pH optimum, masing-masing enzim memiliki pH optimum yang berbeda. Sebagai contoh : enzim amilase bekerja baik pada pH 7,5 (agak basa), sedangkan pepsin bekerja baik pada pH 2 (asam kuat/sangat asam).
    3. Aktivator dan Inhibitor
    4. Aktivator merupakan molekul yang mempermudah ikatan antara enzim dengan substratnya, misalnya ion klorida yang bekerja pada enzim amilase. Inhibitor merupakan suatu molekul yang menghambat ikatan enzim dengan substratnya. Inhibitor akan berikatan dengan enzim membentuk kompleks enzim-inhibitor.
      Ada 2 jenis inhibitor, yaitu :
      • Inhibitor kompetitif
        Molekul penghambat yang strukturnya mirip substrat, sehingga molekul tersebut berkompetisi dengan substrat untuk bergabung pada sisi aktif enzim. Contoh : sianida bersaing dengan oksigen untuk mendapatkan Hemoglobin pada rantai akhir respirasi. Inhibitor kompetititf dapat diatasi dengan penambahan konsentrasi substrat.
      • Inhibitor nonkompetitif
      Molekul penghambat yang bekerja dengan cara melekatkan diri pada bagian bukan sisi aktif enzim. Inhibitor ini menyebabkan sisi aktif berubah sehingga tidak dapat berikatan dengan substrat. Inhibitor nonkompetitif tidak dapat dipengaruhi oleh konsentrasi substrat.
    1. Konsentrasi Enzim 
    2. Kecepatan reaksi dipengaruhi oleh konsentrasi enzim, makin besar konsentrasi enzim makin tinggi pula kecepatan reaksi, dengan kata lain konsentrasi enzim berbanding lurus dengan kecepatan reaksi. 
    3. Konsentrasi Substrat 
    4. Peningkatan konsentransi substrat dapat meningkatkan kecepatan reaksi bila jumlah enzim tetap. Namun pada saat sisi aktif semua enzim berikatan dengan substrat, penambahan substrat tidak dapat meningkatkan kecepatan reaksi enzim selanjutnya.
Selengkapnya →

Sintesis Protein

,
DNA
Kromosom tersusun dari DNA dan protein. DNA merupakan molekul yang menyimpan informasi genetik (genom). Genom DNA tersusun atas gen gen. Dengan kata lain gen adalah fragmen DNA di dalam kromosom. Ekspresi gen merupakan proses di mana informasi yang dikode di dalam gen diterjemahkan menjadi urutan asam amino selama sintesis protein. Untuk memahami lebih jauh tentang DNA, RNA, dan sintesis protein, Anda dapat menyimak materi yang akan disajikan. Diharapkan Anda dapat mengaitkan hubungan antara DNA, gen dan kromosom. 

 

DNA (deoxyribo nucleic acid) atau asam deoksiribosa nukleat (ADN) merupakan tempat penyimpanan informasi genetik dan merupakan makromolekul polinukleotida yang tersusun atas polimer nukleotida yang berulang-ulang, tersusun rangkap, membentuk DNA heliks ganda (double helix) dan berpilin ke kanan. Setiap nukleotida terdiri dari tiga gugus molekul, yaitu (1) gula 5 karbon (2-deoksiribosa), (2) basa nitrogen yang terdiri dari golongan purin yaitu adenin (A) dan guanin (G), serta golongan pirimidin, yaitu citosin (C) dan timin (T), serta (3) gugus fosfat. 

 

Baik purin ataupun pirimidin yang berikatan dengan deoksiribosa membentuk suatu molekul yang dinamakannukleosida atau deoksiribonukleosida yang merupakan prekursor elementer untuk sintesis DNA. Prekursormerupakan suatu unsur awal pembentukan senyawa deoksiribonukleosida yang berikatan dengan gugus fosfat membentuk suatu nukleotida atau deoksiribonukleotida. DNA tersusun dari empat jenis monomer nukleotida, seperti tampak pada gambar. 

 

Adenin (A) selalu berpasangan dengan timin (T), dan citosin (C) selalu berpasangan dengan guanin (G) melalui ikatan hidrogen. Adenin dan timin membentuk dua ikatan hidrogen (A = T), sedangkan citosin dan guanin membentuk 3 ikatan hidrogen (C ≡ G).

 

DNA merupakan makromolekul yang struktur primernya adalah polinukleotida rantai rangkap berpilin. Struktur demikian dapat diibaratkan sebagai sebuah tangga. Anak tangganya adalah susunan basa nitrogen, dengan ikatan A = T dan G ≡ C. Kedua “ibu tangga” atau “tulang punggung tangganya” adalah gula ribosa antara mononukleotida satu dengan lainnya yang berhubungan secara kimia melalui ikatan fosfodiester. DNA heliks ganda yang panjang juga mempunyai suatu polaritas. Polaritas tersebut dikarenakan salah satu ujung rantai DNA merupakan gugus fosfat dengan rantai karbon 5’ – deoksiribosa pada ujung terminal nukleotidanya. Kemudian ujung rantai DNA lain merupakan gugus demikian, rantai polinukleotida merupakan suatu polaritas atau bidireksionalitas polinukleotida 3’ -------- 5’, dan 5’ -------- 3’. Polaritas heliks ganda berlawanan orientasi satu sama lain. Kedua rantai polinukleotida DNA yang membentuk heliks ganda berjajar secara antipararel. Jika digambarkan sebagai berikut: 

5’ – ATTGTCGAGG – 3’ 

3’ – TAACAGSTCC – 5’

Replikasi adalah peristiwa sintesis DNA. Replikasi DNA dapat terjadi dengan adanya sintesis rantai nukleotida baru dari rantai nukleotida lama. Prosesnya dengan menggunakan komplementasi pasangan basa untuk menghasilkan suatu molekul DNA baru yang sama dengan molekul DNA  lama. Kemungkinan terjadinya replikasi dapat melalui tiga model yaitu: model konservatifsemikonservatif, dan dipersif. 
Model pertama disebut model konservatif, yaitu dua rantai DNA lama tetap tidak berubah, berfungsi sebagai cetakan untuk dua rantai DNA baru.
Model kedua disebut semikonservatif, yaitu dua rantai DNA lama terpisah dan rantai baru di sintesis dengna prinsip komplementasi pada masing-masing satu rantai DNA lama tersebut. Akhirnya dihasilkan dua rantai DNA baru yang masing-masing mengandung satu rantai cetakan molekul DNA lama dan satu rantai baru hasil sintesis.
Model ketiga disebut sebagai model dispersif, yaitu beberapa bagian dari kedua rantai DNA lama digunakan sebagai cetakan untuk sintesis rantai DNA baru. Oleh karena itu, hasil akhirnya diperoleh rantai DNA lama dan baru yang tersebar pada rantai DNA lama dan baru.




RNA
RNA (ribonucleic acid) atau asam ribonukleat (ARN) merupakan makromolekul yang berfungsi sebagai penyimpan dan penyalur informasi. RNA merupakan rantai tunggal polinukleotida. Setiap ribonukleotida terdiri dari tiga gugus molekul, yaitu (1) gula 5 karbon (ribosa), (2) basa nitrogen yang terdiri dari golongan purin, yang sama dengan DNA, namun dengan golongan pirimidin yang berbeda yaitu citosin dan urasil, serta (3) gugus fosfat.
 
Purin dan pirimidin yang berikatan dengan ribosa membentuk suatu molekul yang dinamakan nukleosida atauribonukleosida, yang merupakan prekursor dasar untuk sintesis DNA. Ribonukleosida yang berikatan dengan gugus fosfat membentuk suatu nukleotida atau ribonukleotida. RNA tersusun atas empat jenis monomer nukleotida, seperti tampak pada gambar. 
 
Struktur RNA RNA merupakan hasil transkripsi dari suatu fragmen DNA, sehingga RNA merupakan polimer yang lebih pendek dibanding DNA. 
Tipe RNA RNA terdiri dari tiga tipe, yaitu mRNA (messenger RNA) atau ARNd (ARN duta), tRNA (transfer RNA) atau ARNt (ARN transfer), dan rRNA (ribosomal RNA) atau ARNr (RNA ribosomal). 
 
mRNA atau ARNd merupakan RNA yang urutan basanya komplementer (berpasangan) dengan salah satu urutan basa rantai DNA. mRNA membawa pesan atau kode genetik (kodon) dari kromosom (di dalam inti sel) ke ribosom (di sitoplasma). Kode genetik cetakan untuk menentukan spesifitas polipeptida. mRNA berupa rantai tunggal yang relatif panjang. 
rRNA atau ARNr merupakan komponen struktural yang utama di dalam ribosom. rRNA merupakan sebagian total massa ribosom pada prokariot maupun eukariot. Setiap sub unit ribosom terdiri dari 30 – 46% molekul RNAr dan 70 – 80% protein. 
tRNA atau ARNt merupakan salah satu tipe molekul RNA yang membawa asam amino satu per satu ke ribosom yang spesiifitasnya ditentukan oleh mRNA. 
Tiap tRNA mengandung suatu sekuen dengan tiga rangkaian basa pendek (antikodon). Semua ujung 3’ tRNA mengandung sekuen SSA yang terletak berseberangan dengan sekuen antikodon (lihat gambar). Suatu asam amino tertentu akan melekat pada ujung 3 tRNA. Pelekatan ini merupakan cara berfungsinya tRNA, yaitu membawa asam amino spesifik yang nantinya berguna dalam sintesis protein, yaitu pengurutan asam amino sesuai urutan kodon pada mRNA. 
 
Tabel. Perbedaan DNA dan RNA
 

Kode Genetik
Kode genetik merupakan cara pengkodean urutan nukleotida pada DNA atau RNA untuk menentukan urutan asam amino pada saat sintesis protein. Para ahli biologi menyepakati kode genetik tersusun atas tiga basa nukleotida (Triplet) misalnya AGT, GAS, SGS, dan sebagainya. Dari kombinasi basa-basa nukleotida tersebut akan menghasilkan 64 (43) macam asam amino. Jumlah asam amino ini melebihi jumlah 20 macam asam amino, sehingga didapatkan suatu “kelimpahan” dalam kode genetika, di mana terdapat lebih dari satu triplet memberi kode bagi suatu asam amino tertentu. Istilah yang diberikan oleh para ahli genetika pada kelimpahan semacam ini adalah degenerasi atau mengalami redundansi


Keterangan gambar:
Phe   :Fenilalanin
Leu   :Leusin
Ser   :Serin
Tyr   :Tirosin
Cys   :Sistein
Trp   :Triptofan
Pro   :Prolin
His   :Histidin
Gln   :Glutamin
Arg   :Arginin
Ice   :Isoleusin
Met   :Metionin
Thr   :Treonin
Asn   :Asparagin
Lys   :Lisin
Ser   :Serin
Val   :Valin
Ala   :Alanin
Asp   :Asam Aspartat
Glu   :Asam Glutamat
Gly   :Glisin 
Gambar di atas memperlihatkan “kamus” lengkap dari kode genetika. Perhatikan bahwa kode itu mengandung U dan bukan T dalam susunan suatu triplet. Ini disebabkan oleh fakta triplet-triplet yang dibawa oleh molekul-molekul mRNA sebagai komponen-komponen kode genetika dan bukan sebagai rangkaian dalam DNA sendiri. Hal ini didapatkan dari penelitian terhadap mRNA yang menghasilkan pemecahan kode. Tiap triplet yang mewakili informasi bagi suatu asam amino tertentu dinyatakan sebagai kodon.

Kode genetik bersifat degeneratif dikarenakan 18 dari 20 macam asam amino ditentukan oleh lebih dari satu kodon, yang disebut kodon sinonimus. Hanya metionin dan triptofan yang mempunyai kodon tunggal. Kodon sinonimus mempunyai perbedaan pada urutan basa ketiga.


Sintesis Protein
Ekspresi gen merupakan proses di mana informasi yang dikode di dalam gen diterjemahkan menjadi urutan asam amino selama sintesis protein. Selama ekspresi gen, informasi genetik ditransfer secara akurat dari DNA melalui RNA untuk menghasilkan polipeptida dari urutan asam amino yang spesifik. Ekspresi gen berupa sintesis protein mencakup proses dua tahap yaitu Transkripsi dan Translasi. 


 
A.   Transkripsi 

Transkripsi merupakan sintesis RNA dari salah satu rantai DNA, yaitu rantai cetakan atau sense, sedangkan rantai komplemennya disebut rantai antisense. Rentangan DNA yang ditranskripsi menjadi molekul RNA disebut unit transkripsi. Informasi dari DNA untuk sintesis protein dibawa oleh mRNA. RNA dihasilkan dari aktifitas enzim RNA polimerase. Enzim polimerasi membuka pilinan kedua rantai DNA hingga terpisah dan merangkaikan nukleotida RNA. Enzim RNA polimerase merangkai nukleotida-nukleotida RNA dari arah 5’ ? 3’, saat terjadi perpasangan basa di sepanjang cetakan DNA. Urutan nukleotida spesifik di sepanjang cetakan DNA. Urutan nukleotida spesifik di sepanjang DNA menandai dimana transkripsi suatu gen dimulai dan diakhiri. 

Transkripsi terdiri dari 3 tahap yaitu: inisiasi (permulaan), elongasi (pemanjangan), terminasi(pengakhiran) rantai mRNA. 



1. Inisiasi
Daerah DNA di mana RNA polimerase melekat dan mengawali transkripsi disebut sebagai promoter. Suatu promoter menentukan di mana transkripsi dimulai, juga menentukan yang mana dari kedua untai heliks DNA yang digunakan sebagai cetakan. 
2. Elongasi 
Saat RNA bergerak di sepanjang DNA, RNA membuka pilinan heliks ganda DNA, sehingga terbentuklah molekul RNA yang akan lepas dari cetakan DNA-nya. 
3. Terminasi
Transkripsi berlangsung sampai RNA polimerase mentranskripsi urutan DNA yang disebut terminator. Terminator yang ditranskripsi merupakan suatu urutan RNA yang berfungsi sebagai sinyal terminasi yang sesungguhnya. Pada sel prokariotik, transkripsi biasanya berhenti tepat pada akhir sinyal terminasi; yaitu, polimerase mencapai titik terminasi sambil melepas RNA dan DNA. Sebaliknya, pada sel eukariotik polimerase terus melewati sinyal terminasi, suatu urutan AAUAAA di dalam mRNA. Pada titik yang lebih jauh kira-kira 10 hingga 35 nukleotida, mRNA ini dipotong hingga terlepas dari enzim tersebut. 

B. Translasi 
Dalam proses translasi, sel menginterpretasikan suatu pesan genetik dan membentuk protein yang sesuai. Pesan tersebut berupa serangkaian kodon di sepanjang molekul mRNA, interpreternya adalah RNA transfer. Setiap tipe molekul tRNA menghubungkan kodon tRNA tertentu dengan asam amino tertentu. Ketika tiba di ribosom, molekul tRNA membawa asam amino spesifik pada salah satu ujungnya. Pada ujung lainnya terdapat triplet nukleotida yang disebut antikodon, yang berdasarkan aturan pemasangan basa, mengikatkan diri pada kodon komplementer di mRNA. tRNA mentransfer asam amino-asam amino dari sitoplasma ke ribosom. 

 

Asosiasi kodon dan antikodon harus didahului oleh pelekatan yang benar antara tRNA dengan asam amino. tRNA yang mengikatkan diri pada kodon mRNA yang menentukan asam amino tertentu, harus membawa hanya asam amino tersebut ke ribosom. Tiap asam amino digabungkan dengan tRNA yang sesuai oleh suatu enzim spesifik yang disebut aminoasil-ARNt sintetase (aminoacyl-tRNA synthetase). 



Ribosom memudahkan pelekatan yang spesifik antara antikodon tRNA dengan kodon mRNA selama sintesis protein. Sub unit ribosom dibangun oleh protein-protein dan molekul-molekul RNA yang disebut RNAribosomal. 

 

Translasi menjadi tiga tahap (sama seperti pada transkripsi) yaitu inisiasielongasi, dan terminasi. Semua tahapan ini memerlukan faktor-faktor protein yang membantu mRNA, tRNA, dan ribosom selama proses translasi. Inisiasi dan elongasi rantai polipeptida juga membutuhkan sejumlah energi. Energi ini disediakan oleh GTP (guanosin triphosphat), suatu molekul yang mirip dengan ATP. 

1. Inisiasi
Tahap inisiasi dari translasi terjadi dengan adanya mRNA, sebuah tRNA yang memuat asam amino pertama dari polipeptida, dan dua sub unit ribosom. Pertama, sub unit ribosom kecil mengikatkan diri pada mRNA dan tRNA inisiator khusus (lihat gambar). Sub unit ribosom kecil melekat pada tempat tertentu di ujung 5` dari mRNA. Pada arah ke bawah dari tempat pelekatan ribosom sub unit kecil pada mRNA terdapat kodon inisiasi AUG, yang membawa asam amino metionin, melekat pada kodon inisiasi. 
 

2. Elongasi
Pada tahap elongasi dari translasi, asam amino – asam amino ditambahkan satu per satu pada asam amino pertama (metionin). Lihat Gambar. Kodon mRNA pada ribosom membentuk ikatan hidrogen dengan antikodon molekul tRNA yang baru masuk yang membawa asam amino yang tepat. Molekul rRNA dari sub unit ribosom besar berfungsi sebagai enzim, yaitu mengkatalisis pembentukan ikatan peptida yang menggabungkan polipeptida yang memanjang ke asam amino yang baru tiba. 


3. Terminasi
Tahap akhir translasi adalah terminasi (gambar). Elongasi berlanjut hingga kodon stop mencapai ribosom. Triplet basa kodon stop adalah UAA, UAG, dan UGA. Kodon stop tidak mengkode suatu asam amino melainkan bertindak sebagai sinyal untuk menghentikan translasi. 




Selengkapnya →

Pembelahan Sel_MITOSIS

,
Pengantar
Salah satu karakteristik  yang paling menonjol dari makhluk hidup adalah kemampuannya untuk bereproduksi. Kemampuan makhluk hidup untuk bereproduksi memiliki dasar seluler, seperti yang dikemukakan oleh Rudolf Virchow yaitu :
"Omnis cellula e cellula" yang berarti "Setiap sel berasal dari sel"
Setiap sel yang mengandung inti memiliki kemampuan untuk membentuk sel anak yang memiliki susunan genetik sama.Proses reproduksi sel merupakan suatu bagian dari siklus hidup sel. Kapan sel membelah? Setiap sel hidup memerlukan nutrisi. Sebagian zat makanan yang diserapnya, yaitu protein akan digunakan oleh sel untuk mensintesis protoplasma baru, hal ini menyebabkan volume sel bertambah hingga pada ukuran tertentu, sampai sel tersebut membelah diri.
Ketika berbagai jenis sel dalam tubuh organisme membelah diri secara terus menerus, maka organisme tersebut akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Dalam proses pembelahan sel selalu terjadi perubahan fisika dan kimia yang seolah-olah menghalangi sel menjadi tua dan mati.
Namun demikian ada juga sel yang tidak membelah diri lagi setelah mencapai batas pertumbuhan tertentu, seperti terjadi pada sel otot dan sel syaraf, sehingga sel -sel tersebut lambat laun akan mengalami kemunduran fungsi.
Apakan peranan pembelahan sel dalam kehidupan organisme? Pada organisme unisel seperti Bakteri dan Amoba, fungsi pembelahan sel adalah untuk reproduksi.
Sedangkan pada organisme multiselluler pembelahan sel bertujuan untuk pertumbuhan dan perkembangan (terjadi pada embrio) serta perbaikan dan pergantian sel yang rusak /mati (terjadi pada sel-sel dewasa). Pembelahan sel yang terjadi sehubungan dengan tujuan tersebut berlangsung secara mitosis.
Pembelahan sel bukanlah suatu proses yang sederhana, sebab selama pembelahan sel  berlangsung terjadi distribusi materi genetik yang identik dari sel induk kepada ke dua sel anak secara tepat tanpa ada penambahan atau pengurangan. Hal ini berlangsung dari satu generasi sel ke generasi berikutnya.
Distribusi Kromosom
Pada umumnya setiap sel hidup memiliki inti sel, kecuali pada eritrosit mamalia dan sel floem dewasa. Di dalam inti terdapat seperangkat DNA yang disebut genom. Setiap organisme eukariotik di dalam setiap inti terdapat kromosom dalam jumlah tertentu. Pada proses pembelahan sel secara mitosis kromosom tersebut akan diturunkan kepada sel anak dengan jumlah yang sama dan tetap.
DNA adalah polinukleotida yang sangat panjang. Pada organisme prokariotik DNA merupakan rantai tunggal, sedangkan pada organisme eukariotik DNA merupakan rantai ganda atau sering  disebut “double helix”. Umumnya organisme eukariotik mempunyai beberapa rantai DNA yang dikemas menjadi beberapa kromosom. Dalam setiap kromosom terdapat banyak gen. Gen adalah unit yang menentukan sifat yang dimiliki suatu organisme.

Siklus Sel
Siklus sel atau siklus hidup sel dibedakan menjadi fase mitosis dan fase interfase. Pembelahan mitosis merupakan bagian dari siklus hidup sel, yang berjalan secarabergantian dengan bagian lain yaitu interfase.

Selama interfase sel tumbuh dan melakukan semua fungsi sel. Hal penting yang terjadi selama interfase adalah terjadinya duplikasi kromosom yang berfungsi untuk persiapan pembelahan sel. Interfase dapat dibedakan menjadi 3 subfase, yaitu fase G1, fase S dan fase G2Selama ke tiga subfase berlangsung, sel tumbuh dan menghasilkan protein-protein serta pertambahan organel-organel dalam sitoplasma.
Tetapi hal yang penting diingat adalah bahwa "Proses duplikasi kromosom" hanya terjadi di subfase "S" saja. Jika ke tiga subfase telah selesai dan persiapan pembelahan sel telah lengkap, maka sel akan mulai membelah menjadi dua sel anak. Sel anak kemudian akan mengalami proses siklus sel berikutnya.






Mitosis
Mitosis adalah proses pembelahan sel somatis. Dalam proses ini, inti sel membelah menjadi dua inti anak. Selanjutnya akan  diikuti oleh pembelahan sitoplasma yang disebut "Sitokinesis". Hasilnya adalah dua sel anak yang masing-masing mempunyai inti sel yang identik.
Mitosis merupakan suatu proses yang terjadi terus menerus selama sel tersebut hidup yang berlangsung dalam subfase, yaitu Profase, Prometafase, Metafase, Anafase dan Telofase.

Profase
Subfase Profase membutuhkan waktu yang paling lama di antara subfase lain. Selama profase, terjadi perubahan pada nukleus dan sitoplasma.
Di dalam nukleus, benang kromatin yang semula panjang menjadi tergulung lebih rapat dan memadat serta mudah diwarnai, disebut kromosom.
Nukleus menghilang larut dalam nukleoplasma. Perubahan selanjutnya adalah terduplikasinya kromosom menjadi kromatid yang identik satu sama lain. Di dalam sitoplasma, gelendong mitosis mulai terbentuk, dan bergerak menuju kutub yang berlawanan.
Benang spindel atau gelendong mitosis, terdiri atas serat yang tersusun dari mirotubula dan protein tertentu. 
Terbentuknya mikrotubula gelendong berawal dari sentrosom. Pada sel hewan di tengah-tengah sentrosom terdapat dua sentriol, tetapi sentriol tidak penting untk pembelahan sel, karena jika sentriol dirusak, mikrotubulin gelendong akan tetap terbentuk tanpa menghambat proses mitosis.
Pada Interfase, sentrosom mereplikasi menjadi dua sentrosom. Selama profase dan prometafase, ke dua sentrosom bergerak menuju kutub yang berlawanan diikuti dengan terbentuknya mikrotubula gelendong.
Prometafase
Pada subfase ini, selubung nukleus terfragmentasi dan tersebar dalam sitoplasma sehingga gelendong pembelahan dapat memasuki nukleus dan berinteraksi dengan kromatid.
Berkas gelendong pembelahan memanjang dari setiap kutub tepat ke bagian tengah sel (bidang ekuator). Pada saat ini setiap kromatid telah memiliki struktur khusus yang disebut kinetokor yang terletak di daerah sentromer. Kinetokor adalah suatu struktur yang terdiri dari protein dan bagian spesifik dari DNA kromosom pada sentromer. Sebagian gelendong pembelahan melekat pada kinetokor. Hal ini menyebabkan kromosom mulai melakukan gerakan.
Ketika kinetokor kromosom ditangkap oleh mikrotubala, kromosom tersebut mulai bergerak ke arah kutub asal mikrotubala. Namun demikian pada saat gelendong pembelahandari kutub yang berlawanan menangkap kinetokor kromosom sehingga terjadi tarik-menarik dari ke dua kutub masing-masing secara aktif.

Metafase
Pada subfase ini, kegiatan tarik-menarik antar gelendong pembelahan berakhir. Kromatid menetap tepat di tengah-tengah bidang pembelahan atau di bidang ekuator. Sentromer dari setiap kromosom membuat formasi sebaris tepat pada bidang pembelahan. Sementara itu kedudukan gelendong pembelahan non kinetokortumpang tindih. Gelendong pembelahan non kinetokor adalah mikrotubula yang tidak menempel pada kinetokor sentromer kromosom.

Anafase
Subfase ini dimulai pada saat sentromer dari setiap kromosom berpisah. Masing-masing kromosom bergerak ke arah kutub yang berlawanan.
Kromatid saudara berpisah menjadi kromosom. Mekanisme ini terjadi karena mikrotubula kinetokor memendek sehingga sentromer tertarik menuju kutub. Memendeknya mikrotubula disebabkan oleh terlepasnya sub unit tubulin pada ujung-ujung kinetokor. Kutub sel juga  mengalami perpanjangan yang disebabkan karena mikrotubula non kinetokor mengalami perpanjangan. Pada akhir anafase, masing-masing kutub mempunyai kromosom yang identik dan lengkap.

Telofase
Pada telofse ini, gelendong pembelahan non kinetokor terus memanjang. Nukleolus terbentuk kembali, segmen-segmen membran nukleus berkumpul kembali. Benang-benang kromatin terurai kembali sehingga bentuk kromosom menghilang.
Tahap inilah yang mengakhiri pembelahan mitosis, dengan terbentuknya dua nukleus yang identik dengan satu nukleus induk.


itokinesis
Setelah proses mitosis selesai dengan terbentuknya dua inti anak, akan segera diikuti dengan pembelahan sitoplasma yang dikenal dengan istilah "Sitokinesis". Hasilnya adalah dua sel anak yang identik dengan sel induk.

Sitokinesis pada Sel Hewan
Pada sel hewan, sitokinenis diawali dengan adanya alur pembelahan yang terjadi tepat pada permukaan sel di daerah ekuator. Pada permukaan sel terdapat cincin kontraktil yang terbentuk dari mikrofilamen aktin dan meosin yang mengalami kontraksi. Kontraksi terjadi terus sehingga sel induk terjepit dan membelah menjadi dua sel anak yang terpisah sama sekali.

Sitokinesis pada Tumbuhan
Sitokinesis pada Tumbuhan berbeda dengan sitokinesis pada hewan. Pada saat telofase, sel tumbuhan menghasilkan vesikula yang dibentuk dari aparatus golgi, berpindah ke tengah-tengah sel dan kemudian bersatu menghasilkan pelat sel. Kemudian materi dinding sel yang dibawa dalam vesikula berkumpul pada pelat sel. Pelat sel akan membesar dan diikuti bergabungnya membran di sekeliling plasma sel, sehingga dihasilkan dua sel anak yang lengkap dengan membran sel masing-masing.
 
Selengkapnya →